- Back to Home »
- cerpen »
- SHORT STORY COMEDY : Cheater
Posted by : agathakaf89@gmail.com
Sunday, April 17, 2016
Apa kabar guys udah lama banget gak nyentuh blogger ini karena sibuk nya jam renang saya (paan).
oke kali ini saya akan memberikan sensasi yang menyegarkan ttg ulangan yang penuh dengan drama
READ IT AND ENJOY IT....
Contekan...
Pucatlah satu kelas melihat kertas ulangan fisika
yang dipegang ternyata mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Apalagi ketika
Dafa yang sudah belajar dengan keras terbayar dengan hasil yang tidak enak
dipandang.
“Ini pasti salah nilai” cetus Dafa
“Gak mungkin salah nilai, menurut aku emang soalnya
menjebak” sambung Yani
Yani pun ikut masuk dalam perangkap sang guru,
padahal dia adalah murid yang pintar dan rajin dikelas.
Disaat ramai nya satu kelas membicarakan nilai,
orang yang tidak diundang pun datang.
“Wooiii hari ini pulang sekolah REMEDIAL” teriak si ketua kelas roy.
“Apaaaa....” teriak semuanya
Hening
sejenak
“waaaaa......” semuanya histeris
Dafa pun mulai garuk-garuk kuku ketembok, Sedangakan
Yani mencari buku catatannya.
Dalam hukum alam, sang juara kelas wajib membantu
teman-temannya yang terkena remedial. Akan tetapi sang juara ikut terjerat
dalam kasus remedial ini sehingga dia pun tidak bisa apa-apa.
Mereka punya waktu sekitar 20 menit lagi untuk
mempersiapkannya, karena jika mereka tetap mendapatkan nilai yang dibawah
standar kelulusan, dipastikan mereka akan mengalami perubahan kulit menjadi albino.
Sesudah menyelesaikan ritual garuk-garuk tembok Dafa
pun akhirnya bergerak. Bergerak melihat apa yang dilakukan temannya.
Teman-temannya sibuk mencatat rumus untuk diselipkan
di saku, pena, kotak pencil hingga tempat yang dianggap zona terlarang untuk
dilihat.
REMEDIAL pun dimulai.
Seluruh murid kelas 11 Ipa 1 melakukan remedial
dengan ego serta caranya masing-masing. Dafa dengan hebatnya menaruh buku
kecilnya dibawah laci, dia duduk disamping jendela yang terbuka. Soal pun
dibagikan, soal yang sama ketika mendapatkan nilai dibawah KKM. Dafa melihat
ekspresi Yani yang biasanya ceria, tetapi dia melihat ekspresi yang sangat
jarang dia lihat, bagaikan lewatnya komet halley
(muncul 75 tahun sekali).
Seluruh siswa mengerjakan masing-masing. Sebagian
anak dihantui dengan rasa takut, sebagian lagi diselimuti dengan muka yang
bahagia karena sudah menyiapkan amunisi.
Semua berubah ketika raja api menyerang
Sang guru melihat gerak-gerik siswa, seakan-akan dia
melakukan latihan militer. Guru itu merasa yakin ada sesuatu dibalik batu. Guru
itu melihat kearah murid yang berada di tengah deretan kursi itu. Tanpa ragu
sang guru dengan penglihatan tajamnya, melangkah ke arah si murid yang merasa
tidak berdosa tersebut.
“Apa inii ... beraninya kamu melakukan kecurangan
pada mata pelajaran saya” bentak sang guru itu yang keliatannya marah terhadap
anak didiknya.
“anu buk saya...” terpotong
“apa anu-anu udah gak usah bantah. Siapa yang punya
seperti ini lagi” sambil mengangkat kertas yang dianulir barang haram
“saya akan mengecek kalian semua, kalau ada yang
punya saya pastikan tinta merah di rapot kalian” teriak sang guru.
Entah kenapa kepala ku mengeluarkan keringat dingin.
Buku kecil ku ini akan mengubah sejarah buruk dalam rapotku. Aku melihat
keselilingku, aku melihat tong sampah yang terbuka di luar jendela tetapi itu
jarak nya 4 meter. Aku pun teringat adegan pemain basket NBA Kobe bryant yang
melempar bola jarak jauh. Aku menunggu kesempatan untuk melempar buku kecil
ini. Kugeser jendela ke sebelah kiri dan, melakukan lemparan three point ala Kobe bryant dan masuk. Akhirnya tiba aku
yang diperiksa dan aku pun lolos dari pemeriksaan.



Et..
ReplyDelete